[Taken from my facebook's notes on 04 Mei 2009]
Ya, kayaknya cuma saya deh, mahasiswa bego yang sedang dikejar-kejar deadline beberapa tugas akhir justru masih sempet-sempetnya membuat notes bodoh seperti ini? Sepertinya saya sekarang berada di titik kejenuhan yang sangat tinggi dimana saya yang seharusnya segera mempersiapkan dan menyelesaikan tugas akhir TTKI, riset Fisika, tugas akhir SAS, essay Infrastruktur, ujian-ujian tiap jumat itu, and other important things that I should do it well, eh, malah sempet-sempetnya membuat notes ini.
Saya sadari memang, kejenuhan ini gak boleh berlarut-larut dan harus saya singkirkan segera dengan berbagai cara yang mungkin salah satunya ya dengan membuat notes ini.
Tiap hari berkutat dengan buku, hand out dan tugas memang gak baik juga. Perlu ada suatu penyeimbang agar ketika kita berada pada titik jenuh, kita segera bisa memback up diri kita sendiri untuk kembali ke kewajiban utama, belajar! Dan untuk sekarang, saya benar-benar merasa sulit sekali untuk back to that right road.
Kuliah memang tinggal countdown 3 minggu lagi, saat-saat dimana saya sekarang seharusnya berjuang mati-matian mengeluarkan seluruh kemampuan maksimal saya untuk kuliah yang tinggal menghitung hari ini, saya malah kehilangan semangat, jenuh dan mungkin bosan. Ya! Bosan dengan routine yang hampir sama tiap minggunya.
Pengen sedikit cerita, arti seminggu bagi saya terbagi menjadi 3 waktu, senin-kamis, jumat, dan sabtu-minggu.
Senin-Kamis.
Layaknya mahasiswa lain, hal akademis menjadi prioritas utama bagi saya pada waktu ini. Belajar Kalkulus, Fisika, Kimia, Infrastruktur, Sistem Alam Semesta, dan mata kuliah lain menjadi sesuatu yang harus dan mau gak mau dilalui dengan serius. Ketika siang atau sorenya mungkin saya masih bisa memberi waktu bagi diri saya untuk tetap berorganisasi dengan mengikuti beberapa rapat unit yang saya ikuti yaitu Gamais. Nah, di sisi lain, saya juga harus fokus untuk mempersiapkan ujian yang tiap minggu selalu ada dengan mata kuliah yang berganti-ganti yang memaksa saya harus banting setir mengubah mindset tiap minggunya karena memang harus mempersiapkan dengan matang Ujian Tengah Semester yang dilaksanakan setiap hari :
Jumat
Ya, tiap hari jumat saya harus UTS kawan, UTS yang dalam kacamata saya adalah Ujian Tidak Siap. Bagaimana tidak? Tiap minggu adalah UTS. Baru beberapa minggu kuliah, materi Kalkulus selesai, ada kuis, terus jumatnya UTS1 Kalkulus, minggu depannya materi Fisika selesai, kuis, jumatnya UTS1 lagi, minggu depannya giliran Kimia, minggu depannya Infrastruktur, SAS, begitu seterusnya sampai sederetan UTS1 selesai, jeda seminggu tanpa UTS, dan dimulai lagi siklus yang sama mulai dari UTS2 Kalkulus, Fisika lagi, Kimia lagi begitu seterusnya lagi sampai UAS pun tiba! That’s saturated cycle!
Sabtu-Minggu
Biasanya saya buat untuk main, tapi akhir-akhir ini waktu santai ini sering sekali tersita dengan tugas-tugas akhir seperti yang saya sebutkan di atas yang harus segera diselesaikan.
Kembali ke topik UTS. Sebenarnya saya harus bersyukur dengan jadwal UTS yang dilaksanakan tiap jumat ini bila dibandingkan dengan teman saya di universitas lain yang ujiannya mungkin dilaksanakan selama seminggu saja.
Tapi ketahuilah kawan, kadangkala timbul rasa bosan dengan kondisi yang sama tiap minggunya. Sepertinya juga terlalu singkat bila 1semester hanya ditempuh dengan waktu 4bulan sehingga dengan waktu yang sependek itu mau gak mau tiap mahasiswa harus siap dijejali rumus-rumus berbeda tiap harinya dan mempersiapkan ujian tiap minggunya. Dengan kata lain, belajar mandiri menjadi sangat penting untuk mempercepat pemahaman! Menurut saya selain kualitas belajar, kekontinuan belajar juga diperlukan untuk mempersiapkan ujian dengan baik. Jangan harap dah, dengan materi sebanyak itu mendapat nilai A hanya dengan modal begadang belajar H-1 sebelum ujian! Materi gak akan keserep semua karena kebanyakan adalah konsep. Jadi, semakin jauh-jauh hari dan semakin kontinu Anda mempersiapkan ujian maka nilai-nilai Anda akan semakin mendekati A. Dan, masalah utamanya sekarang adalah kekontinuan belajar yang mulai saya bangun di awal semester 2 ini tiba-tiba goyah diterjang badai kejenuhan dan kebosanan.
Kadang saya merasa, “Zal, you must take it easy and let it flow lah seperti jaman SMA dulu!”. Hah, segitu mudahkah? Saya hanya orang daerah yang berada di lingkungan yang sangat jauh berbeda dari SMA dulu dan saya pun hanya orang biasa yang gak memiliki kapasitas se’outstanding’ teman-teman saya yang lain, sehingga untuk menyeimbangi mereka tiga-tiganya cara ya hanya dengan Berusaha, Berusaha dan Berusaha! Namun, sampai kata berusaha ini saya ketik, saya masih belum bisa menemukan kembali semangat saya yang tenggelam ini.
HHHhhhhhh, OK lah, udah cukup nulisnya, udah cukup refreshnya, jangan diambil pusing Zal, segera ambil kesimpulan singkat! Kadang kala sesuatu memang harus dipaksakan agar berjalan sebagaimana mestinya. So, paksakan diri untuk kembali belajar. Setelah menulis note ini, tutup laptop, matikan Hape, ingat kuliah yang tinggal beberapa hari lagi, ingat jumat besok UTS2 Fisika, tak ada malas, tak ada santai, no offense! Semangat! Bismillahirrohmanirrohim.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Kamis, 21 Mei 2009
Facebook. What for?
[Taken from my notes on facebook]
Jam 20.00 WIB.
Satu kata untuk minggu ini : capek. Berbagai ujian dan tugas menumpuk hanya dalam seminggu. UAS, Riset, dan Tugas Akhir datang secara bersamaan.
Ya, mungkin teman-teman juga sering merasakan hal serupa seperti saya.
Actually, what will we do then after getting tired?
Saatnya memberi waktu pada diri sendiri untuk merehatkan tubuh sejenak. Paling enak, lakukan rutinitas pelepas penat. Dengan posisi selonjoran di kasur, buka mobile, masuk ke Opera Mini, masuk ke History dan cari “Facebook I Home” atau mungkin dengan cara lain yang hampir sama : nyalain laptop, koneksikan ke internet, buka homepage, www.facebook.com. Masukkin email address atau phone number dan password, then…
Welcome to Facebook! Facebook helps you connect and share with the people in your life –Selamat Datang di Facebook. Facebook membantu Anda terhubung dan berbagi dengan orang-orang dalam kehidupan Anda— Facebook is a social utility that connects people with friends and others.
Ya, Facebook adalah salah satu situs jejaring yang kini sangat populer di masyarakat. Mulai dari muda hingga tua, anak-anak hingga dewasa, laki-laki perempuan, pekerja kantoran hingga ibu rumah tangga, semua terkena demam facebook. Harus kita akui, facebook memiliki banyak sekali manfaat. Mulai dari sebagai media bisnis, media politik, media advertising, media entertain, media informasi dan yang paling utama adalah media komunikasi dunia maya atau nama lainnya situs jejaring.
Mark Elliot Zuckerberg memang patut diacungi lima jempol karena telah sukses membuat situs yang mampu memberi kemudahan bagi kita untuk berbagi dengan orang-orang di sekeliling kita dengan feature-featurenya –semacam status updates, wall, message, photo, video, notes dan lainnya— yang membuat hubungan komunikasi kita dengan teman-teman kita menjadi begitu mudah. Hampir tak ada jarak. Semua terasa begitu dekat. Bahkan, saking dekatnya, kita bisa tahu apa saja –yang dilakukan, diceritakan, bahkan dipikirkan oleh teman-teman kita yang jaraknya berkilometer jauhnya dari kita—hanya dalam waktu sekejap. Tak perlu bersms atau berkirim surat. Semua serba mudah.
Dan dengan kemudahan itu, banyak sekali hal-hal menarik yang bisa kita lakukan lewat facebook.
Ya, menarik, tapi tidak begitu penting dan malah secara sadar atau tidak sadar telah menyita waktu kita untuk melakukan hal-hal lain yang lebih positif. Memang, ada banyak sekali aktivitas menarik yang bisa kita lakukan dengan feature-feature semacam itu.
Misal, dengan status update, kita bisa share uneg-uneg kita. Uneg-uneg itu pun bermacam-macam –mulai dari yang bersifat curhat colongan, yang ngasih info, yang share pengalaman pribadi, yang bikin penasaran, sampai uneg-uneg yang sifatnya sangat gak jelas— yang semuanya sengaja dibuat hanya untuk satu: ingin dikomentari oleh yang lain.
Sebenarnya gak ada yang salah dengan kebiasaan ‘mengubah status atau mengomentari status teman’ karena pada dasarnya setiap makhluk hidup itu butuh berinteraksi sosial dimana interaksi sosial itu bisa berupa saling memberi komentar atau hal-hal semacamnya. Tapi kadangkala kita terlalu berlebihan melakukan hal-hal semacam itu yang menurut saya tidak begitu penting, maksudnya, masih ada kegiatan lain yang lebih positif daripada melakukan hal-hal semacam ‘mengubah status’ yang bisa saja dilakukan sampai tiga kali sehari layaknya makan atau mimun obat. Wow, sungguh tidak efisien waktu.
Ada lagi yang lain: wall. Dengan wall, kita bisa saling ngasih testimonial [sengaja pake istilah testimonial biar pada inget kalo dulu friendster juga pernah menjadi konsumsi kita], ngasih comment juga, ngepost link atau hal-hal lain yang semuanya bisa didisplay begitu mudah karena masuk ke home teman-teman kita. Bahkan, efek buruknya, apa yang kita obrolin dengan satu teman tentang suatu hal, orang, atau sesuatu yang menurut kita privasi bisa dengan mudahnya diketahui oleh teman lain. Privasi hidup kita pun semakin berkurang. Tak ada pagar pembatas, tak ada tebing pemisah, tak ada jeruji kawat. Semuanya kadang diperlihatkan tanpa filter dari diri kita sendiri. Heh, sungguh jarak menjadi begitu dekat dengan teknologi.
Ada lagi yang lain: photo dan video. Dengan facebook, kita dapat dengan mudah share photo dan video dengan yang lain. Kemarin baru aja weekend dengan teman-teman kita, paginya udah menyebar berbagai foto dan videonya. Sungguh sangat cepat. Dan berbagai photo itupun kadangkala lucu, ada yang tampak atas, tampak bawah, tampak samping, foto di depan cermin – cermin kamar, cermin fitting room, bahkan cermin kamar mandi—atau foto buram hasil cropan. Pun dengan berbagai gaya. Mulai dari senyum, manyun, melamun, atau foto-foto aneh lainnya yang sengaja diekspose dengan tujuan: agar kita keliatan eksis.
Ada lagi: quiz. Berbagai macam quiz aneh di facebook. Mulai dari ”How lebay are you?”, “Seberapa cakep kah kamu?”, “Apa karaktermu di Harry Potter?”, “Apakah kamu orang yang jayus?”, “Mirip artis siapakah kamu?” dan masih banyak lagi quiz-quiz lain yang gak penting [tapi lucu] yang parameternya tidak jelas dari mana asalnya.
Kita juga bisa sedikit lega, karena ternyata hal yang kita lakukan di facebook tidak semuanya inefficient karena kita juga mengenal : notes –seperti yang saya tulis sekarang ini—dimana dengan notes kita bisa berbagi ilmu, berbagi informasi, berbagi ide, atau berbagi rasa –istilah lainnya ‘curhat’—dan bahkan oleh beberapa teman saya, notes juga digunakan sebagai media dakwah. Luar biasa. Tapi tetap saja, masih ada orang yang membuat notes yang gak begitu penting sampai-sampai ngetag semua orang dengan tujuan yang semu.
Sebenarnya, apa yang kita cari dari aktivitas-aktivitas di facebook itu yang paling utama adalah satu : Hiburan. Ya, hiburan. Jadi, semacam ada kepuasan tersendiri ketika kita melakukannya.
Kita pasti bakal senang ketika status “ke-bete-an kita” dikomentari lucu oleh teman kita –mulai dari komentar ngasih semangat, komentar cemoohan, komentar jayus, komentar gak nyambung dan komentar lainnya—yang membuat kita tertawa sendiri jika membacanya. Kita pasti juga senang ketika kita ditag di sebuah foto lalu teman-teman kita ribut saling ngasih komen tentang hal-hal ganjil, aneh, lucu, atau norak di foto kita. Kita juga pasti tertawa geli ketika hasil quiz di facebook yang kita ikuti terasa gak nyambung dengan yang sebenarnya dan masih banyak lagi hiburan yang kita dapat dari aktivitas facebook-ing.
Jadi, inti dari notes ini adalah tidak sepenuhnya apa yang kita lakukan dengan facebook adalah hal yang tidak penting. Sekali lagi, kita bisa mendapat hiburan dari aktivitas facebook-ing ini. Tak ada yang salah. Asal jangan terlalu over. Sebab, sebagai mahasiswa, kita sebenarnya sudah tahu apa saja konsekuensi yang kita dapat jika kita melakukan aktivitas yang inefficient waktu seperti facebook-ing. Tapi mau gimana lagi. Walaupun kita tahu konsekuensinya, kadangkala sebagian dari kita tetap sulit untuk berhenti melakukannya. Karena facebook sudah menjadi bagian dari hidup kita. Sulit untuk hidup tanpanya. Termasuk saya.
Pukul 21.30 WIB.
Nah kan, tak terasa satu setengah jam waktu terlewat begitu saja cuma untuk buat notes seperti ini. Padahal, senin depan UAS Infrastruktur. Hhmmm, okelah, udah cukup nulisnya.
Ini cuma pendapat saya, bagaimana menurut kalian???
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Jam 20.00 WIB.
Satu kata untuk minggu ini : capek. Berbagai ujian dan tugas menumpuk hanya dalam seminggu. UAS, Riset, dan Tugas Akhir datang secara bersamaan.
Ya, mungkin teman-teman juga sering merasakan hal serupa seperti saya.
Actually, what will we do then after getting tired?
Saatnya memberi waktu pada diri sendiri untuk merehatkan tubuh sejenak. Paling enak, lakukan rutinitas pelepas penat. Dengan posisi selonjoran di kasur, buka mobile, masuk ke Opera Mini, masuk ke History dan cari “Facebook I Home” atau mungkin dengan cara lain yang hampir sama : nyalain laptop, koneksikan ke internet, buka homepage, www.facebook.com. Masukkin email address atau phone number dan password, then…
Welcome to Facebook! Facebook helps you connect and share with the people in your life –Selamat Datang di Facebook. Facebook membantu Anda terhubung dan berbagi dengan orang-orang dalam kehidupan Anda— Facebook is a social utility that connects people with friends and others.
Ya, Facebook adalah salah satu situs jejaring yang kini sangat populer di masyarakat. Mulai dari muda hingga tua, anak-anak hingga dewasa, laki-laki perempuan, pekerja kantoran hingga ibu rumah tangga, semua terkena demam facebook. Harus kita akui, facebook memiliki banyak sekali manfaat. Mulai dari sebagai media bisnis, media politik, media advertising, media entertain, media informasi dan yang paling utama adalah media komunikasi dunia maya atau nama lainnya situs jejaring.
Mark Elliot Zuckerberg memang patut diacungi lima jempol karena telah sukses membuat situs yang mampu memberi kemudahan bagi kita untuk berbagi dengan orang-orang di sekeliling kita dengan feature-featurenya –semacam status updates, wall, message, photo, video, notes dan lainnya— yang membuat hubungan komunikasi kita dengan teman-teman kita menjadi begitu mudah. Hampir tak ada jarak. Semua terasa begitu dekat. Bahkan, saking dekatnya, kita bisa tahu apa saja –yang dilakukan, diceritakan, bahkan dipikirkan oleh teman-teman kita yang jaraknya berkilometer jauhnya dari kita—hanya dalam waktu sekejap. Tak perlu bersms atau berkirim surat. Semua serba mudah.
Dan dengan kemudahan itu, banyak sekali hal-hal menarik yang bisa kita lakukan lewat facebook.
Ya, menarik, tapi tidak begitu penting dan malah secara sadar atau tidak sadar telah menyita waktu kita untuk melakukan hal-hal lain yang lebih positif. Memang, ada banyak sekali aktivitas menarik yang bisa kita lakukan dengan feature-feature semacam itu.
Misal, dengan status update, kita bisa share uneg-uneg kita. Uneg-uneg itu pun bermacam-macam –mulai dari yang bersifat curhat colongan, yang ngasih info, yang share pengalaman pribadi, yang bikin penasaran, sampai uneg-uneg yang sifatnya sangat gak jelas— yang semuanya sengaja dibuat hanya untuk satu: ingin dikomentari oleh yang lain.
Sebenarnya gak ada yang salah dengan kebiasaan ‘mengubah status atau mengomentari status teman’ karena pada dasarnya setiap makhluk hidup itu butuh berinteraksi sosial dimana interaksi sosial itu bisa berupa saling memberi komentar atau hal-hal semacamnya. Tapi kadangkala kita terlalu berlebihan melakukan hal-hal semacam itu yang menurut saya tidak begitu penting, maksudnya, masih ada kegiatan lain yang lebih positif daripada melakukan hal-hal semacam ‘mengubah status’ yang bisa saja dilakukan sampai tiga kali sehari layaknya makan atau mimun obat. Wow, sungguh tidak efisien waktu.
Ada lagi yang lain: wall. Dengan wall, kita bisa saling ngasih testimonial [sengaja pake istilah testimonial biar pada inget kalo dulu friendster juga pernah menjadi konsumsi kita], ngasih comment juga, ngepost link atau hal-hal lain yang semuanya bisa didisplay begitu mudah karena masuk ke home teman-teman kita. Bahkan, efek buruknya, apa yang kita obrolin dengan satu teman tentang suatu hal, orang, atau sesuatu yang menurut kita privasi bisa dengan mudahnya diketahui oleh teman lain. Privasi hidup kita pun semakin berkurang. Tak ada pagar pembatas, tak ada tebing pemisah, tak ada jeruji kawat. Semuanya kadang diperlihatkan tanpa filter dari diri kita sendiri. Heh, sungguh jarak menjadi begitu dekat dengan teknologi.
Ada lagi yang lain: photo dan video. Dengan facebook, kita dapat dengan mudah share photo dan video dengan yang lain. Kemarin baru aja weekend dengan teman-teman kita, paginya udah menyebar berbagai foto dan videonya. Sungguh sangat cepat. Dan berbagai photo itupun kadangkala lucu, ada yang tampak atas, tampak bawah, tampak samping, foto di depan cermin – cermin kamar, cermin fitting room, bahkan cermin kamar mandi—atau foto buram hasil cropan. Pun dengan berbagai gaya. Mulai dari senyum, manyun, melamun, atau foto-foto aneh lainnya yang sengaja diekspose dengan tujuan: agar kita keliatan eksis.
Ada lagi: quiz. Berbagai macam quiz aneh di facebook. Mulai dari ”How lebay are you?”, “Seberapa cakep kah kamu?”, “Apa karaktermu di Harry Potter?”, “Apakah kamu orang yang jayus?”, “Mirip artis siapakah kamu?” dan masih banyak lagi quiz-quiz lain yang gak penting [tapi lucu] yang parameternya tidak jelas dari mana asalnya.
Kita juga bisa sedikit lega, karena ternyata hal yang kita lakukan di facebook tidak semuanya inefficient karena kita juga mengenal : notes –seperti yang saya tulis sekarang ini—dimana dengan notes kita bisa berbagi ilmu, berbagi informasi, berbagi ide, atau berbagi rasa –istilah lainnya ‘curhat’—dan bahkan oleh beberapa teman saya, notes juga digunakan sebagai media dakwah. Luar biasa. Tapi tetap saja, masih ada orang yang membuat notes yang gak begitu penting sampai-sampai ngetag semua orang dengan tujuan yang semu.
Sebenarnya, apa yang kita cari dari aktivitas-aktivitas di facebook itu yang paling utama adalah satu : Hiburan. Ya, hiburan. Jadi, semacam ada kepuasan tersendiri ketika kita melakukannya.
Kita pasti bakal senang ketika status “ke-bete-an kita” dikomentari lucu oleh teman kita –mulai dari komentar ngasih semangat, komentar cemoohan, komentar jayus, komentar gak nyambung dan komentar lainnya—yang membuat kita tertawa sendiri jika membacanya. Kita pasti juga senang ketika kita ditag di sebuah foto lalu teman-teman kita ribut saling ngasih komen tentang hal-hal ganjil, aneh, lucu, atau norak di foto kita. Kita juga pasti tertawa geli ketika hasil quiz di facebook yang kita ikuti terasa gak nyambung dengan yang sebenarnya dan masih banyak lagi hiburan yang kita dapat dari aktivitas facebook-ing.
Jadi, inti dari notes ini adalah tidak sepenuhnya apa yang kita lakukan dengan facebook adalah hal yang tidak penting. Sekali lagi, kita bisa mendapat hiburan dari aktivitas facebook-ing ini. Tak ada yang salah. Asal jangan terlalu over. Sebab, sebagai mahasiswa, kita sebenarnya sudah tahu apa saja konsekuensi yang kita dapat jika kita melakukan aktivitas yang inefficient waktu seperti facebook-ing. Tapi mau gimana lagi. Walaupun kita tahu konsekuensinya, kadangkala sebagian dari kita tetap sulit untuk berhenti melakukannya. Karena facebook sudah menjadi bagian dari hidup kita. Sulit untuk hidup tanpanya. Termasuk saya.
Pukul 21.30 WIB.
Nah kan, tak terasa satu setengah jam waktu terlewat begitu saja cuma untuk buat notes seperti ini. Padahal, senin depan UAS Infrastruktur. Hhmmm, okelah, udah cukup nulisnya.
Ini cuma pendapat saya, bagaimana menurut kalian???
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Alhamdulillah, salah satu resolusi tahun ini tercapai : MEMBUAT BLOG
Yes, akhirnya salah satu resolusi tahu ini tercapai : membuat blog. Rencananya saya juga akan aktif menulis tentang apapun -yang ada dipikiran saya- yang mungkin bisa bermanfaat bagi pembaca. Ya, sekalian ngisi waktu senggang lah. Apalagi liburan panjang sebentar lagi tiba. Sebenarnya sudah lama ada rencana membuat blog tapi selalu terbentur waktu. Haha, maklum. Minggu-minggu ini banyak sekali tugas ditambah ujian yang bertubi-tubi. At least, saya berhasil mebuat blog. Alhamdulillah.
Mohon bantuannya ya, masih amatir nih. Ok. Tunggu postingan berikutnya ya. Makasih.
Mohon bantuannya ya, masih amatir nih. Ok. Tunggu postingan berikutnya ya. Makasih.
Langganan:
Postingan (Atom)