Kamis, 21 Mei 2009

Facebook. What for?

[Taken from my notes on facebook]

Jam 20.00 WIB.

Satu kata untuk minggu ini : capek. Berbagai ujian dan tugas menumpuk hanya dalam seminggu. UAS, Riset, dan Tugas Akhir datang secara bersamaan.

Ya, mungkin teman-teman juga sering merasakan hal serupa seperti saya.

Actually, what will we do then after getting tired?

Saatnya memberi waktu pada diri sendiri untuk merehatkan tubuh sejenak. Paling enak, lakukan rutinitas pelepas penat. Dengan posisi selonjoran di kasur, buka mobile, masuk ke Opera Mini, masuk ke History dan cari “Facebook I Home” atau mungkin dengan cara lain yang hampir sama : nyalain laptop, koneksikan ke internet, buka homepage, www.facebook.com. Masukkin email address atau phone number dan password, then…

Welcome to Facebook! Facebook helps you connect and share with the people in your life –Selamat Datang di Facebook. Facebook membantu Anda terhubung dan berbagi dengan orang-orang dalam kehidupan Anda— Facebook is a social utility that connects people with friends and others.

Ya, Facebook adalah salah satu situs jejaring yang kini sangat populer di masyarakat. Mulai dari muda hingga tua, anak-anak hingga dewasa, laki-laki perempuan, pekerja kantoran hingga ibu rumah tangga, semua terkena demam facebook. Harus kita akui, facebook memiliki banyak sekali manfaat. Mulai dari sebagai media bisnis, media politik, media advertising, media entertain, media informasi dan yang paling utama adalah media komunikasi dunia maya atau nama lainnya situs jejaring.

Mark Elliot Zuckerberg memang patut diacungi lima jempol karena telah sukses membuat situs yang mampu memberi kemudahan bagi kita untuk berbagi dengan orang-orang di sekeliling kita dengan feature-featurenya –semacam status updates, wall, message, photo, video, notes dan lainnya— yang membuat hubungan komunikasi kita dengan teman-teman kita menjadi begitu mudah. Hampir tak ada jarak. Semua terasa begitu dekat. Bahkan, saking dekatnya, kita bisa tahu apa saja –yang dilakukan, diceritakan, bahkan dipikirkan oleh teman-teman kita yang jaraknya berkilometer jauhnya dari kita—hanya dalam waktu sekejap. Tak perlu bersms atau berkirim surat. Semua serba mudah.
Dan dengan kemudahan itu, banyak sekali hal-hal menarik yang bisa kita lakukan lewat facebook.

Ya, menarik, tapi tidak begitu penting dan malah secara sadar atau tidak sadar telah menyita waktu kita untuk melakukan hal-hal lain yang lebih positif. Memang, ada banyak sekali aktivitas menarik yang bisa kita lakukan dengan feature-feature semacam itu.

Misal, dengan status update, kita bisa share uneg-uneg kita. Uneg-uneg itu pun bermacam-macam –mulai dari yang bersifat curhat colongan, yang ngasih info, yang share pengalaman pribadi, yang bikin penasaran, sampai uneg-uneg yang sifatnya sangat gak jelas— yang semuanya sengaja dibuat hanya untuk satu: ingin dikomentari oleh yang lain.

Sebenarnya gak ada yang salah dengan kebiasaan ‘mengubah status atau mengomentari status teman’ karena pada dasarnya setiap makhluk hidup itu butuh berinteraksi sosial dimana interaksi sosial itu bisa berupa saling memberi komentar atau hal-hal semacamnya. Tapi kadangkala kita terlalu berlebihan melakukan hal-hal semacam itu yang menurut saya tidak begitu penting, maksudnya, masih ada kegiatan lain yang lebih positif daripada melakukan hal-hal semacam ‘mengubah status’ yang bisa saja dilakukan sampai tiga kali sehari layaknya makan atau mimun obat. Wow, sungguh tidak efisien waktu.

Ada lagi yang lain: wall. Dengan wall, kita bisa saling ngasih testimonial [sengaja pake istilah testimonial biar pada inget kalo dulu friendster juga pernah menjadi konsumsi kita], ngasih comment juga, ngepost link atau hal-hal lain yang semuanya bisa didisplay begitu mudah karena masuk ke home teman-teman kita. Bahkan, efek buruknya, apa yang kita obrolin dengan satu teman tentang suatu hal, orang, atau sesuatu yang menurut kita privasi bisa dengan mudahnya diketahui oleh teman lain. Privasi hidup kita pun semakin berkurang. Tak ada pagar pembatas, tak ada tebing pemisah, tak ada jeruji kawat. Semuanya kadang diperlihatkan tanpa filter dari diri kita sendiri. Heh, sungguh jarak menjadi begitu dekat dengan teknologi.

Ada lagi yang lain: photo dan video. Dengan facebook, kita dapat dengan mudah share photo dan video dengan yang lain. Kemarin baru aja weekend dengan teman-teman kita, paginya udah menyebar berbagai foto dan videonya. Sungguh sangat cepat. Dan berbagai photo itupun kadangkala lucu, ada yang tampak atas, tampak bawah, tampak samping, foto di depan cermin – cermin kamar, cermin fitting room, bahkan cermin kamar mandi—atau foto buram hasil cropan. Pun dengan berbagai gaya. Mulai dari senyum, manyun, melamun, atau foto-foto aneh lainnya yang sengaja diekspose dengan tujuan: agar kita keliatan eksis.

Ada lagi: quiz. Berbagai macam quiz aneh di facebook. Mulai dari ”How lebay are you?”, “Seberapa cakep kah kamu?”, “Apa karaktermu di Harry Potter?”, “Apakah kamu orang yang jayus?”, “Mirip artis siapakah kamu?” dan masih banyak lagi quiz-quiz lain yang gak penting [tapi lucu] yang parameternya tidak jelas dari mana asalnya.

Kita juga bisa sedikit lega, karena ternyata hal yang kita lakukan di facebook tidak semuanya inefficient karena kita juga mengenal : notes –seperti yang saya tulis sekarang ini—dimana dengan notes kita bisa berbagi ilmu, berbagi informasi, berbagi ide, atau berbagi rasa –istilah lainnya ‘curhat’—dan bahkan oleh beberapa teman saya, notes juga digunakan sebagai media dakwah. Luar biasa. Tapi tetap saja, masih ada orang yang membuat notes yang gak begitu penting sampai-sampai ngetag semua orang dengan tujuan yang semu.

Sebenarnya, apa yang kita cari dari aktivitas-aktivitas di facebook itu yang paling utama adalah satu : Hiburan. Ya, hiburan. Jadi, semacam ada kepuasan tersendiri ketika kita melakukannya.
Kita pasti bakal senang ketika status “ke-bete-an kita” dikomentari lucu oleh teman kita –mulai dari komentar ngasih semangat, komentar cemoohan, komentar jayus, komentar gak nyambung dan komentar lainnya—yang membuat kita tertawa sendiri jika membacanya. Kita pasti juga senang ketika kita ditag di sebuah foto lalu teman-teman kita ribut saling ngasih komen tentang hal-hal ganjil, aneh, lucu, atau norak di foto kita. Kita juga pasti tertawa geli ketika hasil quiz di facebook yang kita ikuti terasa gak nyambung dengan yang sebenarnya dan masih banyak lagi hiburan yang kita dapat dari aktivitas facebook-ing.

Jadi, inti dari notes ini adalah tidak sepenuhnya apa yang kita lakukan dengan facebook adalah hal yang tidak penting. Sekali lagi, kita bisa mendapat hiburan dari aktivitas facebook-ing ini. Tak ada yang salah. Asal jangan terlalu over. Sebab, sebagai mahasiswa, kita sebenarnya sudah tahu apa saja konsekuensi yang kita dapat jika kita melakukan aktivitas yang inefficient waktu seperti facebook-ing. Tapi mau gimana lagi. Walaupun kita tahu konsekuensinya, kadangkala sebagian dari kita tetap sulit untuk berhenti melakukannya. Karena facebook sudah menjadi bagian dari hidup kita. Sulit untuk hidup tanpanya. Termasuk saya.
Pukul 21.30 WIB.

Nah kan, tak terasa satu setengah jam waktu terlewat begitu saja cuma untuk buat notes seperti ini. Padahal, senin depan UAS Infrastruktur. Hhmmm, okelah, udah cukup nulisnya.

Ini cuma pendapat saya, bagaimana menurut kalian???

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar