Kamis, 21 Mei 2009

Tired of...

[Taken from my facebook's notes on 04 Mei 2009]

Ya, kayaknya cuma saya deh, mahasiswa bego yang sedang dikejar-kejar deadline beberapa tugas akhir justru masih sempet-sempetnya membuat notes bodoh seperti ini? Sepertinya saya sekarang berada di titik kejenuhan yang sangat tinggi dimana saya yang seharusnya segera mempersiapkan dan menyelesaikan tugas akhir TTKI, riset Fisika, tugas akhir SAS, essay Infrastruktur, ujian-ujian tiap jumat itu, and other important things that I should do it well, eh, malah sempet-sempetnya membuat notes ini.


Saya sadari memang, kejenuhan ini gak boleh berlarut-larut dan harus saya singkirkan segera dengan berbagai cara yang mungkin salah satunya ya dengan membuat notes ini.
Tiap hari berkutat dengan buku, hand out dan tugas memang gak baik juga. Perlu ada suatu penyeimbang agar ketika kita berada pada titik jenuh, kita segera bisa memback up diri kita sendiri untuk kembali ke kewajiban utama, belajar! Dan untuk sekarang, saya benar-benar merasa sulit sekali untuk back to that right road.


Kuliah memang tinggal countdown 3 minggu lagi, saat-saat dimana saya sekarang seharusnya berjuang mati-matian mengeluarkan seluruh kemampuan maksimal saya untuk kuliah yang tinggal menghitung hari ini, saya malah kehilangan semangat, jenuh dan mungkin bosan. Ya! Bosan dengan routine yang hampir sama tiap minggunya.

Pengen sedikit cerita, arti seminggu bagi saya terbagi menjadi 3 waktu, senin-kamis, jumat, dan sabtu-minggu.


Senin-Kamis.
Layaknya mahasiswa lain, hal akademis menjadi prioritas utama bagi saya pada waktu ini. Belajar Kalkulus, Fisika, Kimia, Infrastruktur, Sistem Alam Semesta, dan mata kuliah lain menjadi sesuatu yang harus dan mau gak mau dilalui dengan serius. Ketika siang atau sorenya mungkin saya masih bisa memberi waktu bagi diri saya untuk tetap berorganisasi dengan mengikuti beberapa rapat unit yang saya ikuti yaitu Gamais. Nah, di sisi lain, saya juga harus fokus untuk mempersiapkan ujian yang tiap minggu selalu ada dengan mata kuliah yang berganti-ganti yang memaksa saya harus banting setir mengubah mindset tiap minggunya karena memang harus mempersiapkan dengan matang Ujian Tengah Semester yang dilaksanakan setiap hari :


Jumat
Ya, tiap hari jumat saya harus UTS kawan, UTS yang dalam kacamata saya adalah Ujian Tidak Siap. Bagaimana tidak? Tiap minggu adalah UTS. Baru beberapa minggu kuliah, materi Kalkulus selesai, ada kuis, terus jumatnya UTS1 Kalkulus, minggu depannya materi Fisika selesai, kuis, jumatnya UTS1 lagi, minggu depannya giliran Kimia, minggu depannya Infrastruktur, SAS, begitu seterusnya sampai sederetan UTS1 selesai, jeda seminggu tanpa UTS, dan dimulai lagi siklus yang sama mulai dari UTS2 Kalkulus, Fisika lagi, Kimia lagi begitu seterusnya lagi sampai UAS pun tiba! That’s saturated cycle!


Sabtu-Minggu
Biasanya saya buat untuk main, tapi akhir-akhir ini waktu santai ini sering sekali tersita dengan tugas-tugas akhir seperti yang saya sebutkan di atas yang harus segera diselesaikan.


Kembali ke topik UTS. Sebenarnya saya harus bersyukur dengan jadwal UTS yang dilaksanakan tiap jumat ini bila dibandingkan dengan teman saya di universitas lain yang ujiannya mungkin dilaksanakan selama seminggu saja.


Tapi ketahuilah kawan, kadangkala timbul rasa bosan dengan kondisi yang sama tiap minggunya. Sepertinya juga terlalu singkat bila 1semester hanya ditempuh dengan waktu 4bulan sehingga dengan waktu yang sependek itu mau gak mau tiap mahasiswa harus siap dijejali rumus-rumus berbeda tiap harinya dan mempersiapkan ujian tiap minggunya. Dengan kata lain, belajar mandiri menjadi sangat penting untuk mempercepat pemahaman! Menurut saya selain kualitas belajar, kekontinuan belajar juga diperlukan untuk mempersiapkan ujian dengan baik. Jangan harap dah, dengan materi sebanyak itu mendapat nilai A hanya dengan modal begadang belajar H-1 sebelum ujian! Materi gak akan keserep semua karena kebanyakan adalah konsep. Jadi, semakin jauh-jauh hari dan semakin kontinu Anda mempersiapkan ujian maka nilai-nilai Anda akan semakin mendekati A. Dan, masalah utamanya sekarang adalah kekontinuan belajar yang mulai saya bangun di awal semester 2 ini tiba-tiba goyah diterjang badai kejenuhan dan kebosanan.


Kadang saya merasa, “Zal, you must take it easy and let it flow lah seperti jaman SMA dulu!”. Hah, segitu mudahkah? Saya hanya orang daerah yang berada di lingkungan yang sangat jauh berbeda dari SMA dulu dan saya pun hanya orang biasa yang gak memiliki kapasitas se’outstanding’ teman-teman saya yang lain, sehingga untuk menyeimbangi mereka tiga-tiganya cara ya hanya dengan Berusaha, Berusaha dan Berusaha! Namun, sampai kata berusaha ini saya ketik, saya masih belum bisa menemukan kembali semangat saya yang tenggelam ini.


HHHhhhhhh, OK lah, udah cukup nulisnya, udah cukup refreshnya, jangan diambil pusing Zal, segera ambil kesimpulan singkat! Kadang kala sesuatu memang harus dipaksakan agar berjalan sebagaimana mestinya. So, paksakan diri untuk kembali belajar. Setelah menulis note ini, tutup laptop, matikan Hape, ingat kuliah yang tinggal beberapa hari lagi, ingat jumat besok UTS2 Fisika, tak ada malas, tak ada santai, no offense! Semangat! Bismillahirrohmanirrohim.
Wassalamu’alaikum wr. wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar